08 March 2026 | Admin | LOMBA, AGUSTUS, KEMERDEKAAN, SEKOLAH, PENDIDIKAN, SDPTQANNIDA, BERITA
SALATIGA – Bulan Agustus selalu jadi
momen yang ditunggu-tunggu. Selain penuh semangat kemerdekaan, ada satu hal
yang bikin suasana makin meriah: Lomba Agustusan! Tahun ini, SD Plus Tahfizhul
Quran (PTQ) Annida mengusung tema keren: “Merdeka Berpikir Komputasi,
Berkarya untuk Bangsa.” Wah, terdengar serius, ya? Tapi tenang, semua
dikemas seru, kreatif, dan pastinya penuh tawa!
Lomba Murid (14-15 Agustus 2025)
Selama dua hari, lapangan sekolah penuh dengan
semangat para murid yang siap unjuk kebolehan. Ada banyak lomba seru, di
antaranya:
1.
Membaca Proklamasi
Murid-murid tampil dengan penuh percaya diri dan semangat! Suara lantang
mereka membuat merinding, seolah kembali ke 17 Agustus 1945. Harapannya, dari
lomba ini mereka belajar arti keberanian, rasa percaya diri, sekaligus
menumbuhkan cinta tanah air.
2.
Mewarnai
Setiap murid mendapatkan kertas bergambar suasana perlombaan 17 Agustus,
seperti lompat karung, tarik tambang, hingga bendera merah putih yang berkibar
megah. Terlihat warna-warni ceria memenuhi meja lomba. Ada yang fokus memberi
warna bendera, ada yang sibuk menambahkan awan biru cerah, ada pula yang
menambah hiasan lain di kertas agar hasilnya lebih hidup. Hasil akhirnya luar
biasa! Setiap gambar punya ciri khas tersendiri. Ada yang rapi dan detail, ada
juga yang penuh warna ceria, semuanya dengan gaya masing-masing.
3.
Kur atau Paduan Suara
Sorak penonton pun pecah tiap kali kelas tampil. Ada yang terharu, ada juga
yang bersorak heboh mendukung teman-temannya. Yang menarik, tiap kelas punya
ciri khas unik. Ada yang tampil dengan wajah dihiasi stiker bendera merah putih
dan ada pula yang memakai ikat kepala merah putih. Beberapa kelas menambahkan
gerakan sederhana yang kompak. Tak sedikit juga yang memilih tampil dengan
penuh khidmat, menyanyikan lagu dengan suara lantang dan penuh penghayatan.
4.
Puzzle Air
Tawa pecah ketika air tumpah di atas kepala mereka! Teriakan penonton tak
henti-hentinya terdengar. Ada peserta yang sempat jatuh saat lompat karung, ada
juga yang kena cipratan air sampai wajahnya basah kuyup. Tapi semua tetap
semangat! Setiap empat masing-masing perwakilan kelas dengan cepat memecahkan plastik
berisi air untuk mendapatkan puzzle yang ada didalamnya. Mereka berusaha
sekuat tenaga menyusun puzzle yang didapatnya.
5.
Merangkai Bola
Setiap murid bergiliran menuju arena untuk merangkai bola sesuai aturan.
Tantangannya, bola harus disusun sedemikian rupa hingga setiap blok berwarna
sama. Saat lomba dimulai, suasana langsung meriah. Ada peserta yang buru-buru
menaruh bola tapi jatuh, ada juga yang super teliti. Kelihatannya gampang, tapi
sebenarnya butuh kerja sama dan strategi. Kalau salah menaruh bola, susunannya
bisa berantakan dan butuh waktu ekstra untuk memperbaiki.
6.
Lompat Holahop
Lomba ini bikin semua penonton tak henti tertawa dan bersorak. Ada peserta
yang berhasil melompat jauh dengan holahop, ada juga yang kesulitan mengatur
keseimbangan hingga terhuyung-huyung. Saat mengambil bola di ujung lapangan,
suasana makin menegangkan, apalagi ketika peserta harus cepat-cepat menata bola
di corong sambil dikejar waktu.
7.
Bola Tampah
Begitu lomba dimulai, suasana lapangan langsung ramai. Ada kelompok yang
terlalu semangat menggoyang sampai bola melompat keluar tampah. Ada juga yang
sangat hati-hati sampai bolanya tidak bergerak-gerak. Tawa pecah ketika bola
sudah hampir masuk lobang, tapi malah kembali ke pinggir tampah.
8.
Estafet Botol Sedotan
Saat lomba dimulai, suasana langsung heboh! Ada peserta yang sedotannya
mleyot alias bengkok sehingga botolnya susah dioper. Ada juga botol yang
tertiup angin hingga nyaris jatuh, membuat penonton berteriak panik sekaligus
tertawa.
Lomba Guru (16 Agustus 2025)
Nah, giliran guru pun nggak kalah heboh! Kalau
biasanya serius di kelas, kali ini guru-guru tampil all out di lapangan.
Ada empat lomba super seru seperti bola tampah, rintangan bola, estafet corong
air, dan tongkat tali. Sejak peluit dibunyikan, para guru tampil penuh
semangat. Ada yang berlari kencang sambil menjaga bola, ada yang basah kuyup
saat lomba estafet corong air, dan ada juga yang sampai terjatuh karena
semangatnya kebablasan. Perlombaan ini menjadi momen yang jarang terjadi,
melihat para guru tertawa lepas, bersorak, dan bersenang-senang bersama.
Namun di balik keseruannya, lomba guru juga punya
makna mendalam. Kegiatan ini dimaksudkan menambah kebersamaan dan kekompakan
antar guru, jadi ajang refreshing, melepas penat dari rutinitas mengajar,
hingga menguatkan semangat untuk maju bersama menuju visi dan misi sekolah. Tak
kalah penting, dengan ikut lomba, guru juga memberikan contoh nyata bagi murid
bahwa belajar tidak hanya soal serius, tetapi juga bisa dilakukan dengan penuh
keceriaan dan kerja sama.
Tema Merdeka Berpikir Komputasi
mengingatkan kita bahwa berpikir kreatif, teratur, dan solutif itu penting, baik
di kelas maupun dalam permainan. Semoga menjadi
momen tak terlupakan yang dapat membuat hati gembira dan senyum lebar.
Merdeka itu asik kalau kita jalani bersama!